20-rahasia-dan-fakta-hijabi-yang-tidak-kita-ketahui

20 Rahasia Dan Fakta Hijabi Yang Tidak Kita Ketahui

Bagi beberapa perempuan, menggunakan hijab memang bukan tren fashion melainkan karena pilihan dan kewajiban. Memang, belakangan ini hijab sering dikaitkan dengan tren fashion. Hal ini terlihat dari maraknya tutorial hijab dan hijab style di berbagai media. Tapi, banyak juga yang menggunakan hijab karena keinginan dari hati tanpa mempedulikan tren hijab.

Nah Ladies, selain alasan trend dan pilihan, berikut ini merupakan fakta para hijabi yang perlu kita ketahui,

  1. Terdapat begitu banyak cara dalam menggunakan hijab.
  2. Sering, kita tidak jadi membeli pakaian ketika belum menemukan yang matching dengan hijab.
  3. Kita lebih sering menggunakan hijab favorit daripada yang lain.
  4. Dengan menggunakan hijab, keramas tidak sesering saat tidak menggunakan hijab.
  5. Menutupi tubuh akan membuat tubuh lebih terasa panas saat musim panas.
  6. Menggunakan hijab membuat kita ingin pulang lebih awal.
  7. Hijab style kadang tidak sesuai dengan aslinya.
  8. Melihat tutorial hijab di Youtube.
  9. Kadang, lebih memilih untuk di kamar dengan alasan rambut juga butuh udara.
  10. Menggunakan hijab seadanya saat terburu untuk membuka pintu.
  11. Berbohong saat ada yang mengajukan pertanyaan konyol, seperti “Menggunakan hijab karena botak ya?”.
  12. Menilai penggunaan hijab berdasarkan ketinggian sanggul atau inner ninja.
  13. Menggunakan hijab membuat kita menghindari pelukan sapa atau cipika cipiki dengan orang lain.
  14. Para hijabi memiliki hair underneath.
  15. Penggunaan hijab yang terlalu ketat kadang sedikit mengganggu pendengaran.
  16. Sering membenahi hijab saat sedang istirahat.
  17. Menghindari beberapa olahraga ekstrim.
  18. Angin bukanlah teman para hijabi.
  19. Kadang, kita dibuat ngeh saat ada berita tentang teroris di berbagai media.
  20. Tapi, yang paling penting adalah kita bangga dengan pilihan untuk menggunakan hijab.

Poin yang terakhir sangat penting Ladies. Jika tidak, kita bisa mudah tergoyahkan antara menggunakan hijab dan tidak. Jangan sampai deh, yang udah cantik dengan hijab malah lepas hijab.

Sebaik-baik Perhiasan adalah Wanita Shalihah

Sebaik-baik Perhiasan adalah Wanita Shalihah

Menjadi wanita shalihah adalah impian bagi seorang wanita muslim. Untuk menjadi wanita shalihah haruslah diiringi niat yang kuat dan mampu menghadapi berbagai macam godaan yang datang untuk menggoyahkan keinginan baik para wanita muslimah, serta harus yakin dan percaya bahwa Allah SWT selalu menyambut bahagia kepada hambaNya yang ingin mengarah ke arah yang lebih baik.

Dalam agama Islam, sungguh wanita sangat dilindungi, dimuliakan, dan ditinggikan kehormatannya. Maka alangkah mulianya seorang wanita muslimah yang juga menjadi wanita shalihah, bukan hanya sebatas “wanita muslimah”. Artinya, ia adalah wanita yang beragama Islam lalu ia juga menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala laranganNya.

Zoyalovers, tau nggak kalau di dalam Al-Quran sudah disebutkan ciri-ciri wanita shalihah? Yuk kita liat apa yang telah dituliskan dalam Al-Quran Surat An-Nuur ayat 31 yang artinya :

 “Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putra mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Dari ayat tesebut dapat dilihat bahwa Allah telah memerintahkan kepada wanita yang beriman agar menjaga pandangan, menjaga kemaluan, dan tidak menampakkan perhiasan (riya’), serta menutup aurat kecuali bagi orang-orang tertentu  yang telah disebutkan dalam ayat tadi, sehingga bagi wanita yang menjalankan perintah Allah tersebut sesungguhnya mereka adalah wanita shalihah.

 

Secara singkat, cirri-ciri wanita shalihah adalah :

  1. Mampu menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya dan tidak menampakkan perhiasannya (tidak riya’)
  2. Mampu menjaga diri, karena salah satu kemuliaan seorang wanita bersumber dari kemampuan dalam menjaga dirinya.
  3. Menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa seseorang (wanita) memiliki iman yang kuat adalah mampu menjaga akhlaknya. Ia akan berhati-hati dalam melakukan sesuatu, apakah sudah sesuai dengan perintahNya atau belum.

Pada intinya adalah wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada sang Maha Pencipta, Allah SWT, yaitu dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Wanita shalihah pasti akan terpancar cahaya dari wajahnya, subhaanallah. banyak lho wanita yang bisa sukses di dunia, namun tidak semua wanita bisa sukses di dunia dan juga akhirat, yaitu salah satunya dengan menjadi shalihah. Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda : “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim).  Yuk sama-sama kita menuju arah yang lebih baik dengan menjadi wanita yang shalihah, aamiin.

images

Cantiknya Wanita Suriah, Tapi…

“Wah cantik bener tuh cewek kaya boneka ya” cletuk teman ane ketika melihat “banaat suuriyyah” gadis-gadis suriah yang sedang berjalan di trotoar yang sedang berpapasan dan berhadap-hadapan dengan kita ketika jalan menuju kampus, kalau kata orang jawa “ayu nemen iku wadon cak, rarae koyo golek yo” kata orang sunda ” meuni geulis pisan eta istri teh nepika jiga boneka” kalimat-kalimat semisal dan senada dengan kalimat diatas sering banget saya dengar dari teman-teman mahasiswa Indonesia di Damascus ini, dalam kasus ini menurut saya sangatlah wajar dan normal-normal saja selama dalam batas koridor yang tidak melanggar syariat yaitu melihat atau memandang tanpa nafsu syahwat dan menundukan pandangan ketika pandangan ke dua, namun bagaimanapun mata lelaki secara naluri suka dengan sesuatu yang “berkilau” dan “indah” untuk dipandang, makanya saya tidak aneh dengan teman yang berargumen kepada saya katanya “mubadzir bro, kalau sampe ga dilihat, hehehehe” sambil tersenyum “Hmmm kalau begitu berusahalah untuk menundukan pandangan jangan malu-maluin gitu, pandangan pertama sih wajar tapi yo jangan terus-terusan dipandang, kan ga etis !” kata ane. Mungkin bagaikan orang desa yang baru masuk kota, ketika melihat mobil mewah mereka pastinya takjub dan kagum karena di desa mereka biasanya hanya mengenal gerobak dan delman saja, mungkin seperti itu gambaran “sebagian” mahasiswa disini ketika melihat “banaat suuriyyah” yang cantik-cantik.

Emangnya seperti apa sih cantiknya ? Hmmm ada seorang bapak yang sudah berpengalaman mengelilingi negara-negara arab pernah berujar kepada saya ” jika ada 1O orang suriah maka yang cantik itu ada 20″ “loh kok bisa?” tanyaku penasaran. “Karena bayangannya juga cantik !” “aaah bisa aja bapak !” Sahutku. Namun intinya mereka memang benar-benar cantik dan anggun dengan wajah yang imut, hidung mancung, kulit putih, mata indah bahkan banyak yang berlensa warna biru atau coklat secara alami (tanpa soft lens), tubuhnya tegap dan tinggi, dan gambaran keindahan seteeerusnya….bahkan teman ane mengatakan bahwa wanita disini seperti wanita eropa saja terutamanya Francis, Damascus bahkan mendapat julukan parisnya arab karena keindahan dan eksotisnya yang hampir sama, dan saya baru tahu bahwa bahasa kedua setelah bahasa arab yang diajarkan di sekolah umum adalah bahasa prancis, kalau masalah fashion disini tidak kalah wah-nya dengan barat makanya tidak heran banyak toko salah satunya tempat yang saya kenal denga nama “syuuq hamroo” (suatu komplek pertokoan khusus yg dijual adalah busana perempuan) yang menjual pakaian dan busana dengan model pakaian yang beragam dan berwarna warni dan juga tak ketinggalan ada pula fashion ala barat dan paris sebagai kiblat fashion barat, mungkin ini salah satu strategi barat untuk menghancurkan umat islam dari segi fashion sehingga bayak wanita muslimah yang berpakaian dengan ketat dan model yang mencolok, jujur saya sangat prihatin dengan keadaan ini, namun saya kagum alhamdulillah masih banyak juga muslimah yang memakai pakaian yang layak dan menutup aurat secara sempurna di sini.Kalau mau mencari wanita yang akan dijadikan pendamping alias dinikahi hanya menilai dan mencari kecantikan dzohir maka saya akan merekomendasikan wanita suriah sebagai calonnya, namun perlu diingat bahwa yang terpenting adalah agama. “fadzfar bidzaatiddiin taribat yadaak” carilah karena agama maka engkau akan selamat begitu pesan Nabi kita, wanita memang dicari dan dinikahi karena 4 perkara kecantikan, harta, keturunan dan agamanya, mancari wanita yang melingkupi dan memenuhi kriteria yang 4 ini dirasa sulit dan bahkan mustahil, maka cukuplah dengan yang punya “agama” alias sholihaah, taqwa kepada Allah dan taat kepada suami. Kecantikan itu sebuah perkara yang relatif dan kontemporer, relatif artinya penilaian orang bisa berbeda-beda, kontemporer artinya adalah sementara, ya begitulah kecantikan dzohir yang akan hilang dengan semakin bertambahnya umur, tanpa terasa nanti ketika umur menginjak kepala 3 ada sedikit kriput di wajah, dan walaupun memakai obat dan dioprasi semahal apapun tidak ada orang yang bisa melawan kekeriputan ini.

Selain itu mahar wanita suriah terhitung mahal dan sulit, teman sekelas ane orang suriah juga mengeluhkan hal ini kepadaku dan ia menanyakan bagaimana mahar wanita indonesia, ya saya jawab kalau mahar wanita indonesia ga semahal dan sesulit wanita suriah, kata dia bahwa mahar disini paling murah sekitar 100.000 lira suriyah, kalau dirupiahkan sekitar 20 juta, itulah yang menghalanginya belum nikah sampe sekarang katanya. Mereka cantik dan menyadari kecantikannya begitulah mereka, sehingga sulit bagi yang berpenampilan “pas-pasan” untuk mendapatkannya kecuali ia punya dompet yang tebal :).

Kecantikan lahiriah memang boleh menjadi kriteria untuk memilih pasangan, namun kecantikan itu tidak ada apa-apanya jika tidak disertai dengan kecantikan bathin alias kecantikan dari dalam dengan hati yang baik, akhlaq yang indah dan pikiran yang positif.

duhai wanita

Duhai Wanita

Oleh : Nayla Ridla, MSi ( Penggiat CIIA/The Community of Ideological Islamic Analyst Devisi Kajian Sosial Budaya)

Sebagai wanita, kadang aku tidak mengerti dengan makhluk bernama wanita. Ada berjuta warna tentang wanita. Ada wanita yang amat menjaga kehormatannya, setengah hati menjaga dan ada pula yang menjual kehormatan tanpa harga. Ada wanita yang merasa amat terhina saat dipandang sedemikian rupa oleh lelaki, ada yang biasa saja, bahkan ada yang senang dan bangga.

Dari cara berpakaian pun ketahuan, mana wanita yang menghargai dirinya sendiri, mana yang tidak. Wanita yang menutup seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangan dengan pakaian longgar tentu sangat berbeda dengan mereka yang menutup seluruh auratnya dengan kain transparan dan ketat membentuk tubuh. Amat berbeda juga dengan yang membiarkan bagian tubuhnya terbuka dan terlihat.

Duhai wanita, benar-benar aku tak mengerti. Bukankah telah datang padamu pengetahuan tentang cara berpakaian yang datangnya dari Sang Pencipta? Di zaman sekarang rasanya tak mungkin engkau tak tahu. Bukankah pengajian dan majelis taklim pun bertebaran di sekitarmu? Di masjid, mushola, rumah tetangga, televisi, radio, koran, majalah dan masih banyak sumber informasi lainnya. Bukankah saat engkau keluar rumah, amat mudah dijumpai wanita yang menutup aurat dengan benar? Tak pernahkah engkau berpikir dan bertanya-tanya dalam hatimu, mengapa mereka seperti itu dan engkau tidak? Bukankah engkau dan ia sama-sama wanita? Sama-sama memiliki keindahan kulit dan tubuh yang menarik bagi lawan jenis.

Duhai wanita, engkau adalah makhluk amat indah. DiciptakanNya perasaanmu selembut salju. Jadi tutupilah auratmu secara benar dan utuh, tidak minimalis seperti bangunan rumah yang siapapun bebas menatap keindahannya.

Minimalis, karena selain muka dan telapak tangan masih engkau tampakkan keindahan bagian yang lain. Masih engkau tampakkan bayang-bayang tubuh dan rambutmu dibalik kain kerudung dan baju yang dipakai. Masih terlihat lekuk-lekuk tubuhmu karena ketatnya pakaian yang menutupi badan. Masih engkau perlihatkan auratmu di sekitar rumah, karena engkau hanya menutupinya saat pergi-pergi saja. Engkau masih menganggap pakaian taqwa seperti mode, yang perlu dihias disana sini hingga menarik perhatian, yang hanya dikenakan saat kuliah, sekolah, kerja, belanja ke pasar dan aktifitas yang jauh dari rumah lainnya.

Duhai wanita, apa sebenarnya yang menghalangimu untuk berhijab sempurna? Yang semata dilakukan karena Allah, bukan yang lain. Yang dikenakan hanya untuk mematuhi perintah Allah, bukan yang lain. Bukan agar tampil lebih menarik, modis, keren, dan mengundang decak kagum siapa pun yang memandangnya.

Berhijab karena Allah, adalah berhijab sesuai dengan yang Allah kehendaki. Bukan “semau gue” tanpa aturan. Bukan pula “asal-asalan” tanpa pedoman. Karena berhijab adalah bagian dari kewajiban. Bernilai ibadah, yang berpahala jika dilaksanakan dan berdosa bila ditinggalkan.

Bila tanpa aturan, maka muncullah berhijab modern sebagai bagian dari mode yang berubah-ubah mengikuti trend pasar. Berkerudung namun tipis dan tak sampai menutupi dada. Berkerudung tapi masih pake baju transparan ala Korea. Berkerudung tapi bercelana pensil amat ketat hingga terlihat jelas bentuk pinggul dan kaki. Berkerudung tapi baju amat ngepress di badan seperti ketupat. Sungguh, berhijab model begitu tidak seperti yang Allah kehendaki. Allah menghendaki seorang wanita mulia, terjaga dan terlindungi. Dan itu hanya akan ada kala sempurna berhijab mengikuti aturanNya yang tertuang indah dalam Alquran.

Allah berfirman dalam surat An Nuur ayat 31, “Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung hingga ke dadanya.”  Demikian juga Allah berfirman, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Sungguh, aku juga semakin tak bisa mengerti kala melihat perilaku kaumku dalam pergaulan. Sudah bukan rahasia lagi, betapa banyak wanita yang telah menyerahkan kehormatan yang sesungguhnya amat tersembunyi hingga hamil di luar nikah. Tak bisa dibayangkan, yang letaknya amat rahasia saja hilang apalagi yang tidak. Pacaran seperti sudah menjadi bagian gaya hidup. Tidak keren jika tidak pacaran. Merasa ketinggalan jaman dan kuper jika tidak pacaran. Menganggap tak mungkin bisa menikah tanpa didahului proses berpacaran. Tak disadari bahwa pacaran sesungguhnya sama saja dengan membuka pintu lebar-lebar bagi setan untuk memasuki dan menggoda lebih dalam lagi.

Pacaran, sangat terlarang dalam Islam. Sebab, pacaran sesungguhnya merupakan  sebuah akifitas mendekati zina. Terbukti saat pelaku pacaran berubah menjadi berbadan dua. Jelas terlihat pacaran adalah sebuah pelampiasan syahwat. Hanya untuk mencari kepuasan dan kenikmatan. Pelan namun pasti, bisa menjerat dua anak manusia yang sedang terkena panah asmara untuk semakin dekat dengan zina sesungguhnya. Mulanya zina hati, zina mata, zina tangan, zina kaki hingga mana kala godaan setan semakin tak terbendung akhirnya jadilah zina yang sebenar-benarnya.

Duhai wanita, jawablah dengan sejujurnya. Bagaimana perasaanmu kala engkau telah tersentuh oleh lelaki yang bukan suamimu? Menyesal? Senang? Atau bangga? Pernahkah engkau memikirkan bagaimana perasaan kedua orangtuamu? Putri yang sejak kecil disayang dan dijaga dengan segenap hati, begitu mudah menyerahkan kehormatan pada sembarang lelaki. Lelaki yang tak menghargaimu dan tak punya harga diri, menyentuh wanita dengan cara hina dan rendah seperti binatang. Tanpa kemuliaan ijab qabul yang membuat orangtua meneteskan air mata bahagia. Hanya untuk sebuah kesenangan sesaat, yang akan menjadi noda sepanjang hidup. Nikmat membawa sengsara dunia akhirat.

Bukankah kelak engkau pun ingin menjadi seorang ibu? Seorang ibu yang dibanggakan anaknya. Bukan seorang ibu yang bahkan tak tahu siapa bapak anaknya. Bukan menjadi seorang ibu yang tidak pernah menikah sebelumnya. Bukan juga seorang ibu yang gagal berkali-kali menggugurkan buah cinta terlarangnya. Bukan pula seorang ibu yang hamil duluan sebelum pernikahan berlangsung.

Duhai wanita, tahukah engkau apakah sesungguhnya tujuan penciptaan kita? Allah berfirman, ” Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (TQS Ad Dzariyyat 56). Jadi sepanjang nafas kita, Allah memerintahkan kita beribadah. Menyandarkan semua ucapan dan perbuatan pada hukumNya. Salah satu ibadah antara lain adalah menuntut ilmu Islam. Hukumnya wajib, agar manusia tahu apa saja kewajiban/perintah yang Allah bebankan pada kita. Supaya paham, apa saja larangan Allah untuk hambaNya. Supaya mengerti apa yang benar dan salah dalam pandanganNya. Ilmu adalah bekal langkah manusia. Ilmu itu laksana pohon, yang akan berbuah jika diamalkan, ilmu tanpa amal ibarat pohon yang tidak berbuah, sedangkan amal tanpa ilmu ibarat menanti buah tanpa adanya pohon.

Duhai wanita, berjilbab sempurna adalah kewajiban. Setiap muslimah mau tidak mau, suka tidak suka wajib mengenakan ketika keluar rumah ataupun saat ada pria ajnaby/asing. Sedangkan berdua-duaan dengan lelaki tanpa muhrim adalah laranganNya, apalagi bila sampai berpegangan tangan, berciuman bahkan lebih dari itu, jelas haram. Perintah dan larangan Allah wajib dipatuhi. Tak ada tawar menawar. Tak ada alasan apapun untuk menolaknya. Allah yang menciptakan kita lebih tahu, bahwa manusia dengan segala potensi yang dianugerahkanNya pasti mampu dan sanggup menjalankannya.

Duhai wanita, sadarlah dan segera bertaubat. Jangan engkau anggap akan hidup selamanya. Jangan engkau merasa masih jauh dari kematian hanya karena usia masih muda. Hidup hanya sementara di dunia. Pada akhirnya, cepat atau lambat hidup akan berakhir. Tak ada lagi “aku” di dunia ini. Hilang sudah semua kenikmatan. Yang ada hanya badan yang terbujur diam. Tak lagi bisa tersenyum, tertawa, bercengkerama, berdoa mohon ampunan dan rahmatNya, serta segala hal yang bisa dilakukan saat masih hidup. Tak ada lagi kesempatan untuk menaati segala perintahNya. Tak lagi ada waktu untuk menjauhi seluruh laranganNya.

Jadi tunggu apalagi. Mumpung kesempatan masih terbentang. Mumpung kita masih bisa bernafas. Laksanakan segala kewajiban dan jauhi semua larangan sekarang juga. Kesempatan milik kita hanya hari ini, esok lusa masih rahasia. Belum tentu kita masih tetap dianugerahi Allah indahnya mentari. Sesungguhnya Allah amat senang dengan hambaNya yang bertaubat, melebihi kebahagiaan seorang ibu yang menemukan anaknya yang hilang.

Ingatlah satu hal duhai wanita, hidup akan dimintai pertanggungjawaban. Jadilah wanita cerdas yang memikirkan kehidupan setelah kematian. Kelak Allah akan mempertanyakan pada kita segala hal tentang pilihan perbuatan. Rosulullah bersabda, ”Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara (yaitu):(1) Tentang umurnya untuk apa ia habiskan?; (2) Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan?; (3)Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan?; dan  (4) Tentang badannya untuk apa ia gunakan?. (Sunan At-Tirmidzî).

Duhai wanita, engkau akan semakin cantik jika bermetamorfosa menjadi seperti kupu-kupu. Dari ulat dan kepompong menjadi kupu-kupu yang indah di hadapanNya. Wallahu’alam.

wanita-bekerja

Derita Wanita Karir

Bersamaan perkembangan zaman, kaum perempuan boleh berbahagia, karena peluang mereka untuk mengaktulisasikan dirinya makin terbuka lebar. Kita melihat makin banyak perempuan-perempuan yang bekerja di luar rumah sebagai “wanita karir”.

Mereka bisa sukses di bidangnya masing-masing dan kita pun dibuat terkagum-kagum pada kaum perempuan yang berhasil menduduki “posisi penting” dalam berbagai organisasi. Tapi tak banyak kaum perempuan yang menyadari berapa harga yang harus mereka bayar baik secara psikologi, biologi dan sosial demi mengejar predikat wanita karir yang sukses?

Kaum perempuan boleh berbangga hati merayakan kebebasannya sekarang. Menjadi perempuan karir sudah menjadi hal yang lumrah di jaman modern seperti sekarang ini dan mayoritas perempuan beranggapan, perempuan tanpa karir, ibarat ikan tanpa air.

Di sisi lain ada kelompok perempuan yang mengklaim mendapatkan kebebasan itu. Padahal mereka tidak lebih hanya sebagai alat jual-beli produk. Perempuan-perempuan ini tidak sungkan-sungkan memanfaatkan kemolekan tubuhnya untuk keperluan iklan komersial, menjual senyumnya saat bekerja sebagai sales dan menggunakan uang gajinya dari pekerjaan itu hanya untuk membeli barang-barang yang diperintahkan “harus mereka miliki”. Pendek kata, kaum perempuan yang sudah menjadi budak entitas komersil yang sebenarnya tidak membuat hidup kaum perempuan lebih sejahtera.

Pertanyaan yang mencuat di kalangan kaum perempuan yang kritis adalah, apakah menjadi wanita karir  merupakan kebebasan yang hakiki buat kaum perempuan atau hanya manipulasi dan eksploitasi terselubung terhadap kaum perempuan.

Makin banyaknya perempuan yang berkarir menimbulkan dampak sosial yang cukup serius. Eropa misalnya, belakangan ini menyuarakan kekhawatirannya atas semakin banyaknya perempuan Eropa yang lebih memilik karir, dan telah menyebabkan turunnya tingkat kesuburan perempuan di benua itu dan berdampak pada cepatnya penurunan populasi usia kerja. Kaum perempuan di Eropa ternyata lebih senang “merawat karirnya” ketimbang menjalankan apa yang menjadi insting kaum perempuan untuk merawat dan mendidik anak-anak.

Seorang perempuan bahkan harus menjadi “superwoman” dengan berperan ganda sebagai isteri, ibu dan wanita karir. Tidak bisa dipungkiri, faktanya, porsi waktu yang dihabiskan lebih banyak untuk kepentingan karir mereka dibandingkan untuk melayani keluarga.

Seorang wanita karir bisa memiliki apa saja, tapi sesungguhnya mereka tidak punya kehidupan. Itulah pengakuan jujur Gaby Hinsliff, seorang edtitor desk politik di Observer. Hinsliff memilih meninggalkan karirnya yang sudah mapan agar lebih bisa menghabiskan banyak waktu dengan anak lelakinya yang berusia dua tahun.

Hinsliff dengan berani mengungkapkan kegalauannya ketika harus menggabungkan antara bekerja dan keluarga dan ia mewakili penderitaan banyak wanita karir yang selama ini tak bisa mereka ungkapkan.

Di satu sisi para wanita karir itu berjuang mengejar karirnya, di sisi lain mereka berjuang untuk mendapatkan kembali kehidupan mereka sebagai perempuan dan sebagai ibu serta merawat anak-anak mereka agar tumbuh menjadi manusia yang seimbang.

Hinsliff, tanpa diduga mendapat dukungan atas keputusannya itu dari sejumlah wanita karir yang sukses. Salah satu komentar yang ditulis untuk Hinsliff antara lain,”Ini benar-benar membuat mata kita terbuka, -tetapi masyarakat menilai perempuan berdasarkan prestasi kerja mereka, tidak pernah prestasi mereka sebagai ibu “.

Komentar lainnya tertulis,”Mengapa begitu penting bagi perempuan untuk ‘diakui’ oleh orang lain meski mereka merasa tidak berguna?” Karena paling penting bagi seorang perempuan adalah kepuasan ketika melakukan sesuatu yang menurut mereka penting, termasuk ketika perempuan memilih menjadi seorang ibu dan isteri yang baik.

Ummi,

Ummi, Kok Mbak Itu Tidak Pakai Kerudung?

Anak yang biasa mengenakan kerudung sejak dini suatu saat akan merasakan bahwa dirinya berbeda dengan teman-teman sebaya dan tetangganya. Ia merasa bahwa setiap keluar dirinya harus memakai kerudung, sementara orang lain dengan ringannya membuka aurat di luar rumah.

Pertanyaan seperti “Ummi, kok Mbak Itu Tidak Pakai Kerudung?”  seolah mewakili kebingungan standar pada diri anak. Pertanyaan tersebut juga sebagai pertanda bahwa diri anak sudah memulai penjelajahannya pada lingkungan sekitar. Ia mulai memperhatikan dan mengamati dirinya, keluarganya, tetangganya, dan lingkungan sekitarnya. Maka, bila terlihat sesuatu yang ia anggap ganjil, anak akan bertanya pada orang terdekatnya, ibu, ayah, kakek, nenek, atau kakaknya.

Keingintahuan ini merupakan hal yang wajar dan harus disikapi pula dengan wajar. Pertanyaan seperti ini hendaknya dijawab sesuai dengan tahap perkembangan pola pikir anak. Dan biasanya jika anak tidak puas dengan jawaban yang diperolehnya, ia akan terus bertanya, maka berikan jawaban yang memuaskan akalnya. Jangan sampai kita diamkan, karena problem bias standar akan melanda dirinya dan akan menyebabkan kerapuhan mental dan prinsip yang sudah kita tanam.

Lalu bagaimana cara menjawabnya? Pertama, terangkanlah bahwa berkerudung adalah perintah Allah, kemudian sebutkanlah alasan-alasan yang menyebabkan seorang tidak berkerudung. Diantaranya, karena mungkin Mbak itu bukan seorang muslimah atau seorang muslimah namun belum tahu dan mengerti kewajiban berkerudung, atau sudah tahu tapi enggan berkerudung karena merasa ribet dan gerah.

Sampaikan pula padanya bahwa ketika seorang muslimah yang sudah baligh berkerudung ia akan mendapatkan pahala dari Allah dan sebaliknya jika tidak berkerudung di luar rumah ia akan berdosa. Membuka aurat adalah salah satu dosa besar. Bila anak sudah masuk usia 5 tahun biasanya anak sudah mengerti reaksi-reaksi lingkungan terhadap perilaku seseorang, maka dapat kita tambahkan pula alasan bila seorang muslimah menutup auratnya ia akan aman dari gangguan laki-laki iseng karena laki-laki akan sungkan untuk mengganggunya.

Disadur dari Menshalihkan Anak sejak Dini karya Asadullah Al-Faruq dengan beberapa tambahan dari redaksi.

Kenapa Wanita

Kenapa Wanita Senang Menjadi Fitnah?

Kenapa wanita tu senang menjadi fitnah? Memang itulah hakikatnya, wahai wanita ! Allah telah jadikan anda makhluk paling cantik dipandang mata, andalah sebaik-baikperhiasan yang mampu menarik pandangan setiap mata di sekitarmu.

Kenapa Wanita Senang Menjadi Fitnah

  • Ada yang pakai kerudung simple. Ujung julurnya diikat ke belakang. Atau diikat ke leher. Maka nampaklah ‘bentuk’ leher dan dadanya. Sedangkan dalam khutbah tadi, khatib membacakan ayat al-Quran yang meminta wanita menutupkan dengan kerudung, menutup bahagian dada mereka.
  • Ada pakai kerudung, tapi pakai T-shirt pendek. Malah ada yang pakai T-shirt tanpa lengan. Sudah tu ketat pula. Bukankah lengan itu aurat. Bahaya menampakkan lengan yang ‘mulus’ itu. Yang dahsyatnya, ada pakai T-shirt singkat yang dipadankan dengan jeans ketat. Jadi apabila membongkok atau duduk, nampak pakaian dalam, malah kadang-kadang tercetak apa yang tersembunyi.
  • Ada pakai kerudung , tapi pakai jeans teramat ketat. Alur pinggulpun terbelah dua. Bentuknya pun terbayangkan. Apa mau jadinya ini?
  • Ada yang pakai kerudung, tapi pakai kebaya ketat. Tidak cukup dengan itu  ‘kainnyapun dibelah’ pula. Apabila berjalan, terlihatlah mulusnya betis malah kadang-kadang paha pun tersingkap.
  • Ada yang pakai kerudung, tapi pakai kain mini, apakah kaki bukan auratkah? Pakai pula stoking !!
  • Ramai perempuan pakai kerudung, tapi bermake up tebal dan berwangi-wangian. Bibir merah menyala. Menunjukkan aksi seksi pula.
  • Ada perempuan berkerudung, ‘menempel’ pula dengan teman lelaki di bangku stasiun bus dan pusat pembelajaan. Ini menjatuhkan image wanita berkerudung.
  • Ramai perempuan suka pakai sepatu bertumit tinggi. Apabila berjalan berbunyilah, tang, tang, tang. Dalam khutbah tadi, khatib memberitahu tidak boleh timbul bunyi yang boleh menaikkan syahwat lelaki.

Jadi untuk selamat dunia akhirat, lelaki dan perempuan wajib jaga aurat masing-masing. Ikut saran al Quran dan hadist. Tafsiran ajaran al-Quran dan hadis disampaikan oleh ilmuan agama seperti pada khatib Jumaat itu.

Pandai-pandailah nanti menjawab dan berdalih di hadapan Allah. Apakah anda tak takut?

Saya perhatikan sekarang ini ramai perempuan berkerudung. Alhamdulillah, tetapi yang tidak sedapnya, semakin ramai wanita berkerudung tetapi tidak menutup bahagian sensitif.

Akhir zaman, wanita berpakaian, tetapi hakikatnya mereka bertelanjang ini kerana terikut perkembangan fashion sampaikan tak fikir tentang soal aurat.

Penulis lihat sekarang ada jubah wanita yang dijual tapi bila dipakai jubah tu hanya membalut satu badan sampai menampakan bentuk tubuh badan pemakai tersebut. Ya Allah bukalah hati jangan pakai ketat-ketat sampai tampak bentuk yang tak sepatutnya nampak.

Wahai kaum adam,
Hargailah wanita yg sentiasa berada disisimu,
Bimbinglah dia,

Adam pun turut dapat nama di akhirat kelak,
Adam tegur Hawa dengan cara yang baik dan tepat dengan caranya,
Didiklah dia menjadi wanita solehah kerana dia adalah dari tulang rusukmu
Lindungi dia dari fitnah dunia.

Lelaki dan perempuan ikut saja panduan al-Quran dan hadis jika mau selamat.

Wallahua’lam

Jeritan Wanita Barat dan Kekagumannya Kepada Wanita Muslimah

Jeritan Wanita Barat dan Kekagumannya Kepada Wanita Muslimah

Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon .

Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam.

Karena di luar sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat kehidupan dan kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh memegang ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis sekaligus pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim dalam tulisannya bertajuk

“Kepada Saudariku Para Muslimah”;.

Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak yang mengelilingi mereka. Aku menyaksikan bahwa meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata.

Tapi aku tidak bisa memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang paling penting kebahagiaan yang tetap terpancar dari wajah kalian.

Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.

Perangkap Setan

Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika.

Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami. Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban serius dari pengaruh jahat mereka.

Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket kebohongan dan penyimpangan realitas.

Hollywood menampilkan seks bebas sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka.

Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh racun-racun itu.

Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga.

Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia.

Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja.

Orang-orang seperti di Hollywood hanya ingin menghancurkan keluarga dan

meyakinkan kaum perempuan agar mau tidak punya banyak anak.

Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang. Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi pikiran kalian.

Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat yang telah tertipu.

Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim lebih “seksi” daripada model pakaian Barat, karena busana itu menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah “misteri” dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah.

Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya.

Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.

Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya perhatikan banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka mengenakan kerudung.

Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas palsu.

Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah !

Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.

Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi

. Tapi sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita.

Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal.

Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau agamanya.

Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka cintai.

Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang disukai.

Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman untuk mencintai.

Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tergantikan seperti kehormatan saya semula.

Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa.

Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagian dari kami tidak mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami.

Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang.

Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu mempengaruhi kalian.

Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah !.

index

Berbakti adalah Masalah Sederhana

Berbakti adalah urusan yang menuntut banyak pengorbanan. Akan tetapi berbakti bukanlah urusan-urusan yang berat dan menyusahkan. Meskipun terkadang pengorbanan terasa begitu besar. Berbakti kepada orangtua dan suami bukanlah urusan yang menyebabkan tubuh terluka atau berdarah-darah. Pada faktanya, urusan berbakti adalah urusan seputar perangai dan pelayanan yang sederhana. Hanya saja ia merupakan wujud dari komitmen dan cinta.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Maukah aku beritahu kepadamu sebaik-baik simpanan seseorang? Ia adalah istri yang salehah. Bila suami memandangnya ia menyenangkan, bila suami memerintah ia taat dan bila suami tidak ada ia menjaga kehormatannya.” (HR Abu Dawud)

Begitulah istri yang baik dan berbakti. Seorang istri tidak perlu menyambut suaminya dengan pergi ke salon terlebih dahulu. Tidak perlu memasak makanan sekelas restoran atau hotel berbintang. Ia hanya cukup berpakaian rapih dan tersenyum. Bolehlah ia mandi dan menggunakan parfum. Kemudian, sediakan air minum yang biasa ketika suami datang. Mungkin saja sekedar air putih untuk menyegarkan. Boleh juga menyeduhkan teh, susu atau kopi.

Fatimah RA pernah mendapatkan petuah dari ayahnya. “Wahai Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suamnya, janggutnya, memotongkan kumis, dan menggunting kukunya, maka Allah SWT memberinya minum dari air surga yang mengalir di sungai-sungainya dan diringankan kuburnya menjadi sebuah taman yang indah dan taman-taman surga.”

Lagi-lagi berbakti hanyalah urusan membantu memasangkan kancing kemeja suami dan memasangkan dasi atau membawakan sepatu. Berbakti hanyalah mencium tangan suami dan melambaikan tangan sambil menjawab salam.

Pelayanan dalam hal-hal seperti ini terkadang dipandang sepele. Malah akan terasa merepotkan jika dilakukan secara terpaksa dan tanpa keikhlasan. Akan tetapi, seorang istri yang mencintai suaminya melakukannya dengan senang hati. Pasangan suami-istri adalah pasangan hidup di dunia dan di akhirat. Ikatan diantara mereka adalah tali agama dan hukum. Apabila ia memang masih merasa berat untuk melakukan hal-hal yang sederhana ini, maka ia  harus ingat bahwa dirinya mencintai Rabb suaminya.

MENJADI WANITA PALING BAHAGIA_thumb[1]

Aidh Al-Qarni – Menjadi Wanita Paling Bahagia

Tidak…!

Tidak… bagi perbuatan yang dapat menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas dendam dan berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan di dalamnya

Tidak… bagi sikap yang lebih mengutamakan harta benda dan mengumpulkannya, ketimbang sikap arif untuk menjaga kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan waktu istirahatmu

Tidak… bagi perangai yang suka memata-matai kesalahan orang lain, menggunjing aib orang lain (ghibah) dan melupakan aib diri sendiri

Tidak… bagi perangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya.

Tidak… bagi sikap yang selalu menghabiskan waktu bersama para pengangguran, dan memboroskan waktu berjam-jam untuk bergurau dan bermain.

Tidak… bagi perilaku acuh terhadap kebersihan dan keharuman tubuh, serta masa bodoh dengan tempat tinggal dan ketertiban lingkungan.

Tidak… bagi setiap minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang kotor dan najis.

Tidak… bagi sikap yang selalu mengingat-ingat kembali musibah yang telah lalu, bencana yang telah terjadi, atau kesalahan yang terlanjur dilakukan.

Tidak… bagi perilaku yang melupakan akhirat, yang lalai membekali dirinya dengan amal saleh untuk menyongsongnya, dan yang lengah dari peringatan tentang kedahsyatannya.

Tidak… bagi perangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat memangkas perkara-perkara ketaatan.

Ya…!

Ya… Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain.

Ya… Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci.

Ya… Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang-orang miskin, menyenangkan orang-orang kafir, dan mengenyangkan orang-orang lapar.

Ya… Untuk kesediaanmu duduk bersama Al-Qur’an seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar.

Ya… Untuk kesediaanmu berdzikir, beristighfar, tenggelam dalam doa, dan senantiasa memperbaiki taubatmu.

Ya… Untuk usahamu dalam mendidik anak-anakmu dengan agama, sunnah, dan nasihat yang bermanfaat bagi mereka

Ya… Untuk rasa malumu dan hijab (penutup aurat) yang diperintahkan Allah, karena hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu

Ya… Untuk pergaulanmu dengan wanita-wanita yang baik dan takut kepada Allah, mencintai agama dan menghormati nilai-nilainya.

Ya… Untuk baktimu terhadap orangtua, silaturahim pada saudaramu, menghormati tetangga, dan menyantuni anak-anak yatim

Ya… Untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan.